Diberitakan CNN, Kamis (15/9), amandemen Undang-undang Substansi dan Kendali Obat-obatan pekan lalu memperbolehkan dokter memberikan diacetylmorphine--heroin untuk farmasi, kepada pasien kecanduan narkotika, namun dengan izin khusus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Eugenia Oviedo-Joekes, profesor di Fakultas Kemasyarakatan dan Kesehatan Publik University of British Columbia, tindakan pemerintah Kanada ini sudah tepat.
Oviedo-Joekes yang memimpin Inisiatif Pengobatan Narkotika Amerika Utara, sebuah eksperimen untuk menguji efektivitas penggunaan heroin dalam mengatasi kecanduan, mengatakan diacetylmorphine tidak menghilangkan kecanduan, namun bisa memperkecil risiko buruk penggunaan narkotika bagi kesehatan.
Di antara risiko buruk tersebut adalah overdosis, infeksi darah dan endocarditis, pembengkakan rongga dada. Studi Oviedo-Joekes menunjukkan, penggunaan diacetylmorphine berhasil mengurangi kecanduan dan aktivitas kriminal serta ongkos kesehatan.
Menurut data Oviedo-Joekes, kematian akibat opioid di Kanada meningkat.
"Di British Columbia, jumlah kematian terakhir yang tercatat adalah 400 orang, dan diperkirakan mencapai 800 kematian pada akhir tahun akibat fentanyl [narkoba]," kata Oviedo-Joekes. (stu)