Saat membicarakan hal ini dalam pidatonya di hadapan para tentara di Pangkalan Udara Villamor pada Selasa (13/9), Duterte mengacungkan jempol dan telunjuknya dengan jarak agak jauh, mengindikasikan tebalnya daftar tersebut.
"Saya sudah memiliki daftar putaran ketiga dan putaran terakhir. Validasinya juga sudah dilakukan," ujar Duterte seperti dikutip Inquirer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian mengatakan bahwa jika orang dalam daftar itu tidak mau menuruti perintah, "kalian tahu apa yang harus dilakukan."
Dalam kesempatan tersebut, Duterte juga secara terbuka membeberkan fakta mengenai Keluarga Alcala dari daerah Quezon. Keluarga pejabat itu selama ini disinyalir memiliki kaitan dengan kartel narkoba.
Bulan lalu, Cerilo Alcala dan putranya, Sajid, mendatangi kepolisian untuk mencoba membersihkan nama mereka atas tuduhan keterlibatan dalam kartel narkoba.
Hari Minggu lalu, istri dari Cerilo, Maria Fe, dan putrinya, Toni Ann, ditahan dalam penggerebekan kasus narkoba.
"Mereka yang di Quezon, Keluarga Alcalas, secara terang-terangan saya akan mengatakan kepada kalian, itu benar," kata Duterte. (stu)