Sebelumnya, sekitar 700 WNI terdeteksi menggunakan paspor Filipina untuk menunaikan ibadah haji.
Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri RI pada Kamis (15/9), tim utusan Retno dipimpin oleh Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal, yang akan bekerja sama dengan otoritas terkait di Filipina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pada pemulangan tanggal 19 diperkirakan akan tiba sebanyak 1049. Diindikasikan di situ ada warga negara asing. Tapi sejauh ini dari jumlah yang datang pada hari pertama tersebut kita belum tahu ada berapa WNI dan berapa warga negara Malaysia,” ujar Iqbal dalam keterangan pers.
“Selain dari unsur Kemlu dan KBRI, tim pemerintah Indonesia juga akan terdiri dari unsur Kemhukham (Imigrasi), Polri dan Kemenag. Sementara itu untuk penanganan di dalam negeri Kemlu juga telah mengkoordinasikan keterlibatan pemerintah-pemerintah daerah terkait,” bunyi keterangan Kemlu.
Sementara itu, Retno terus melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay untuk memastikan proses tersebut dapat ditangani dengan baik.
Tim Indonesia, dalam pertemuan dengan pihak terkait Filipina, juga menekankan kembali pandangan Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte bahwa para jamaah haji tersebut adalah korban. (stu)