"Jepang akan meningkatkan keterlibatannya di Laut China Selatan dengan, contohnya, latihan bersama Pasukan Pertahanan Maritim dengan Angkatan Laut AS dan latihan bilateral dan multilateral dengan angkatan laut negara kawasan," ujar Menteri Pertahanan Jepang, Tomomi Inada, seperti dikutip Reuters, Kamis (15/9).
Namun sebelum Inada berbincang dengan Menteri Pertahanan AS, Ash Carter, Jepang akan membantu pembangunan kapasitas di negara-negara pesisir dekat Laut China Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi kian panas setelah China menolak hasil putusan Pengadilan Tetap Arbitrase yang menyatakan bahwa klaim Beijing atas 90 persen wilayah Laut China Selatan tak memiliki dasar hukum. Klaim tersebut juga tumpang tindih dengan wilayah Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
"Dalam konteks ini, saya sangat mendukung operasi kebebasan berlayar yang dilakukan angkatan laut AS yang diupayakan untuk menjunjung aturan maritim internasional," ucap Inada.
Dalam kemelut ini, AS memang mengirimkan kapal perangnya ke Laut China Selatan atas dasar kebebasan berlayar di perairan internasional. Beijing sempat naik pitam karena kapal AS diduga berlayar terlalu dekat ke kepulauan milik mereka di LCS.
Menanggapi pernyataan Inada, AL AS melansir pernyataan berbunyi, "Amerika Serikat menyambut kepentingan Jepang untuk memperluas aktivitas maritim mereka di Laut China Selatan. Kami akan terus mendalami jalan untuk memperkuat upaya kerja sama AS-Jepang untuk berkontribusi dalam keamanan dan stabilitas di kawasan." (stu)