"Pada Kamis, 15 September, Kevin dideportasi dari China dan kembali ke Kanada untuk berkumpul bersama keluarga dan temannya," ujar seorang perwakilan keluarga Garrat, seperti dikutip Reuters.
Pembebasan ini dianggap sebagai kemenangan diplomatik bagi Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan bahwa Garrat dan istrinya, Julia, ditahan di dekat perbatasan China dengan Korea Utara pada Agustus 2014 lalu atas tuduhan menjadi mata-mata dan mencuri rahasia negara.
Julia sudah dibebaskan dengan jaminan sebelumnya. Setelah kunjungan Trudeau, Garrat diadili secara formal pada pekan ini dan dibebaskan dengan jaminan. Setelah itu, ia diterbangkan ke Vancouver.
Kabar pembebasan Garrat mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, tak ada tanda-tanda keberhasilan ketika Trudeau terbang ke China.
Tujuan utama Trudeau ke China sebenarnya adalah untuk memperkuat hubungan ekonomi. China menginginkan kesepakatan perdagangan bebas dengan Kanada.
Namun, jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa warga Kanada tak menyambut baik keinginan China, terutama karena rekam jejak Beijing dalam masalah HAM.
Sementara itu Perdana Menteri China, Le Keqiang, dijadwalkan berkunjung ke Kanada pada 21-24 September.
Seorang profesor dari Universitas Brock dan mantan diplomat Kanada di China, Charles Burton, mengatakan bahwa Beijing kemungkinan akan meminta timbal balik dengan memulangkan pejabat mereka yang kabur ke Kanada karena tuduhan kasus korupsi.
Belakangan ini, China memang sedang gencar memburu para pejabat korupsi yang kabur ke luar negeri. Kebanyakan dari mereka kabur ke Amerika Serikat, Kanada, atau Australia.
Namun, China tak memiliki perjanjian ekstradisi dengan ketiga negara tersebut. (stu/stu)