“Kami tahu bahwa itu merupakan insiden yang sangat serius, namun kami masih punya banyak pekerjaan untuk bisa mengatakan motif seperti apa di belakang semua ini,” kata Bill de Blasio, wali kota New York, Amerika Serikat, pada Minggu (18/9), dikutip dari CNN. “Apakah motifnya politik? Apakah motifnya pribadi? Kami belum tahu.”
Beberapa blok dari lokasi ledakan, para penyelidik menemukan sebuah petunjuk, yakni panci presto dengan sebuah kabel berwarna gelap, yang tersambung dengan sebuah telepon seluler.
Lihat juga:WNI di Amerika Aman dari Ledakan New York |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak berwenang belum mempublikasikan hubungan dua pria itu dan pria yang membawa tas sebelumnya.
Pada Minggu malam, pasukan bom polisi masih menyelidiki perangkat yang tak sempat meledak tersebut.
“Kami belum memiliki semuanya. Bayangkan sebuah teka-teki ada di jalanan saat ini,” kata Kepala Detektif Robert Boyce dari kepolisian New York. “Apakah menurut kami mereka berhubungan? Ya, kami harus bergerak ke arah itu, namun saat ini kami belum yakin.”
Ledakan di New York City terjadi di hari yang sama sebuah ledakan terjadi di dekat yayasan Korps Marinir di New Jersey, dan seorang pria menikam sembilan orang di sebuah mal di Minnesota. Polisi mengatakan ketiganya kemungkinan merupakan serangan teror. (stu)