Sejak semalam sebelumnya, pengunjuk rasa terus memblokade jalan tol di Charlotte, North Carolina, yang letaknya dekat dengan insiden penembakan Keith Lamont Scott pada Selasa (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wali Kota Charlotte, Jennifer Roberts, meminta warga untuk tetap tenang. "Masyarakat memang membutuhkan jawaban dan penyelidikan penuh. Saya juga menginginkan jawaban," kata dia, seperti dikutip Reuters.
Penembakan ini terjadi ketika petugas sedang berada di sebuah kompleks apartemen untuk memburu seorang tersangka. Saat itu, mereka melihat Scott keluar dari kendaraannya dengan membawa senjata.
Scott pun akhirnya ditembak oleh petugas bernama Brentley Vinson. Petugas yang bergabung dengan kepolisian pada Juli 2014 lalu ini juga sebenarnya merupakan warga kulit hitam. Kini, ia dalam masa cuti berbayar.
Sementara itu, perdebatan masih terus terjadi antara sejumlah pengunjuk rasa dan pihak keluarga. Menurut beberapa anggota keluarga, saat ditembak sebenarnya Scott sedang membawa sebuah buku dan menunggu anaknya pulang sekolah.
Insiden ini terjadi di tengah merebaknya perdebatan mengenai penggunaan pasukan polisi yang mematikan, terutama ketika menghadapi orang kulit hitam. (stu)