Kapal itu terbalik di lepas pantai Kota Rosetta, pada Rabu (21/9).
Operasi penyelamatan berhasil menyelamatkan 163 penumpang, menurut pihak berwenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kapal itu tenggelam. Tiga anak saya meninggal,” kata Badr Abdel hamid, 28, sambil menangis.
Kapal tenggelam sekitar 12 kilometer dari pantai. Menurut pejabat lokal, korban termasuk seorang anak, 10 perempuan dan 31 pemuda.
Mereka merupakan warga negara Mesir, Eritrea, Sudan, dan Suriah.
“Saya hanya ingin pergi ke Eropa dan hidup layak,” kata Ahmed Gamal, 17.
Tragedi ini terjadi hanya beberapa bulan setelah badan perbatasan Uni Eropa memperingatkan menignkatnya jumlah imigran ke Eropa yang mengubah jalur keberangkatan dari Mesir.
Pencarian terus dilakukan, meski tak diketahui pasti berapa jumlah orang yang berada di kapal nahas itu.
Sementara itu, militer Mesir mengatakan bahwa mereka menyetop kapal lain yang membawa 294 imigran di Mediterania.
Rute Mesir
Data PBB menunjukkan lebih dari 10 ribu orang tewas di Mediterania saat mencoba mencapai Eropa. Para penyelundup manusia menggunakan rute lain setelah Turki memperketat keamanan menyusul kesepakatan dengan Uni Eropa.
Sepanjang tahun ini saja, sebanyal 300 ribu imigran telah menyeberangi Mediternia dari berbagai titik keberangkatan.
Jumlah ini turun dari 520 ribu orang dalam sembilan bulan pertama tahun lalu. (stu)