Jajaran rudal jarak jauh, tank, dan sistem pertahanan rudal S-300 buatan Rusia terlihat dalam parade yang digelar di Teheran pada Rabu (21/9) tersebut.
Sementara itu di pelabuhan Bandar Abbas di Teluk, Angkatan Laut memamerkan 500 kapal, juga kapal selam dan helikopter, di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS di perairan strategis tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran juga memperingatkan AS untuk tidak ikut campur di kawasan Teluk. (AFP/Chavosh Homavandi) |
Bay of Pigs merupakan lokasi invasi gagal AS dalam upaya menggulingkan mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro, pada 1961.
Sementara itu di Teheran, Kepala Staf Pasukan Bersenjata Iran, Mohammad Hossein Baqeri, mendeklarasikan bahwa Iran menginginkan perdamaian.
Baqeri kemudian menuturkan bahwa pelajaran Iran dalam perang dengan Irak pada 1980-1988 lalu kini dapat menjadi panduan bagi "saudara seiman kami" di Suriah, Palestina, Libanon, Irak, Afghanistan, Yaman, dan Bahrain.
Dalam parade itu, tak hanya AS yang mendapat ancaman, tapi juga musuh bebuyutan mereka, Israel.
Di badan truk yang membawa rudal balistik jarak jauh bernama Zolfaqar, terpampang spanduk bertuliskan, "Jika pemimpin rezim Zionis membuat kesalahan, maka Iran akan membuat Tel Aviv dan Haifa menjadi debu."
Nama Zolfaqar sendiri terinspirasi dari pedang legendaris yang diberikan oleh Nabi Mohammad kepada Imam Ali. Menurut laporan Tasnim, rudal itu memiliki "gugusan hulu ledak yang dapat menghantam target yang tersebar di daratan." (stu)
Iran juga memperingatkan AS untuk tidak ikut campur di kawasan Teluk. (AFP/Chavosh Homavandi)