Pengakuan Merkel ini dilontarkan menyusul kekalahan partainya, Christian Democratic Union (CDU) yang beraliran konservatif selama dua pekan terakhir. Kekalahan partainya di Berlin pada pemilu daerah, Minggu (18/9) membuat CDU terlempar dari koalisi dengan partai Social Democrats (SPD) untuk memerintah kota Berlin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merkel juga mengaku berharap ia bisa "memutar kembali waktu hingga bertahun-tahu sebelumnya" agar Jerman siap menghadapi krisis pengungsi.
Pengakuan Merkel ini sangat berbeda dengan pernyatannya soal kebijakan pengungsi tahun lalu, yang memiliki slogan wir shaffen das atau yang berarti "kami akan mampu menanganinya." Kebijakannya tersebut menuai banyak kritik dari rivalnya di CDU maupun dari partai oposisi yang antiimigran, Alternative for Germany (AfD).
Pengakuan Merkel kali ini juga dinilai sebagai upaya untuk memperbaiki hubungan dengan partai sempalan CDU, Christian Social Union (CSU), yang telah berulang kali menyuarakan kemarahan soal keputusannya membiarkan masuk sekitar satu juta pengungsi ke Jerman tahun lalu.
CSU kini hanya mengantongi sekitar 20 persen dari blok konservatif di parlemen federal. Merkel membutuhkan dukungan yang lebih besar untuk mempertahankan posisinya sebagai kanselir.
Baik media daring Jerman, Spiegel Online maupun harian Bild menafsirkan pengakuan Merkel tersebut sebagai sinyal yang jelas bahwa Merkel ingin mempertahankan posisinya sebagai kanselir untuk periode keempat. (ama/stu)