Menurut data Nielsen yang dikutip CNN, Selasa (27/9), ada 84 juta penonton debat antara Hillary Clinton dan Donald Trump di TV rumah mereka. Debat itu ditayangkan secara langsung oleh 13 siaran televisi.
Jutaan lainnya menonton debat melalui internet. Perhitungan Nielsen tidak termasuk mereka yang menonton debat di bar, restoran atau kantor. Penonton dari saluran kabel C-SPAN juga tidak dihitung. Artinya, jumlah sebenarnya bisa lebih banyak lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara debat pemilu sebelumnya antara Barack Obama dan Mitt Romney pada 2012 hanya menjaring 67 juta penonton.
Bagi stasiun televisi, hal ini merupakan berkah tersendiri. NBC menjaring paling banyak penonton dengan 18 juta penonton, terutama karena moderator debat, yaitu Lester Holt, adalah pembawa acara di NBC.
Stasiun yang menampilkan live lainnya yaitu ABC mendapat 13,5 juta penonton, CBS menarik 12,1 juta penonton, Fox News menjaring 11,4 penonton dan CNN 9,9 juta penonton.
Debat itu juga ditayangkan langsung di stasiun televisi berbahasa Spanyol seperti Univision dengan 2,5 juta penonton dan Telemundo 1,8 juta penonton.
Data Nielsen menunjukkan bahwa penonton tetap bertahan di depan layar kaca hingga debat usai. Padahal spekulasi sebelumnya, akan ada penurunan jumlah penonton setelah 30 menit pertama dari 98 menit acara berlangsung.
Debat tersebut juga yang paling banyak dibicarakan di Twitter. Selain itu, debat tersebut juga yang paling banyak ditonton di internet, terutama di Youtube dengan 2,5 juta penonton.
Selama berbulan-bulan pertemuan dilakukan antar stasiun televisi untuk menyelenggarakan debat tersebut.
Trump memang merupakan magnet rating bagi acara tersebut. Namun Clinton yang paling diuntungkan dengan jumlah penonton yang banyak, terutama setelah berbagai media menyatakan dia memenangi debat ronde pertama itu.
Pada Oktober, akan ada dua lagi debat capres AS, ditambah satu debat calon wakil presiden; Mike Pence dan Tim Kaine. (stu)