Serangan udara teranyar di Aleppo menghantam dua rumah sakit terbesar di wilayah yang dikuasai pemerintah, menyebabkan kedua rumah sakit itu tak dapat digunakan untuk merawat pasien. Sementara, pertempuran darat antara militer Suriah dan pemberontak semakin sengit kian hari, menyebabkan korban jiwa berjatuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Kemelu AS, John Kirby menyatakan bahwa merupakan tanggung jawab Rusia untuk menghentikan serangan dan menjamin terbukanya akses bantuan kemanusiaan.
"Amerika Serikat sedang bersiap untuk menangguhkan keterlibatan bilateral AS-Rusia terhadap Suriah, kecuali Rusia mengambil langkah segera untuk mengakhiri serangan terhadap Aleppo dan mengembalikan penghentian permusuhan," kata Kirby, dikutip dari AFP.
Moskow dan Washington selama ini saling menyalahkan atas berakhirnya gencatan senjata yang terhenti dua pekan lalu. AS mengkritik dukungan Rusia kepada militer Suriah, khususnya dalam menggempur Aleppo.
Di lain pihak, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa Moskow telah siap meluncurkan kembali pembicaraan dengan Washington.
"Atas perintah dari presiden Rusia, kami siap untuk melanjutkan kerja bersama dengan mitra Amerika soal masalah Suriah dan untuk mengirim pakar ke Jenewa untuk berkonsultasi," katanya.
Puluhan warga dilaporkan tewas dalam gempuran serangan udara di wilayah yang dikuasai pemberontak di Aleppo, menargetkan bangunan perumahan dan bahkan gedung rumah sakit.
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengecam serangan udara ke Aleppo dan menyebutnya "kejahatan perang." (ama/stu)