Diberitakan Reuters, Wan Qingliang menjalani penyelidikan internal partai pada 2014 sebelum akhirnya diserahkan ke pengadilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengadilan mengatakan Wan telah menerima suap dari 15 perusahaan dan individu dari tahun 2000 hingga 2014 saat dia menjabat beberapa posisi penting di pemerintahan Provinsi Guangdong.
Posisi pertama Wan pada 2000 adalah Ketua Liga Pemuda Partai Komunis di Guangdong. Terakhir dia menjabat sebagai ketua Partai Komunis di Guangzhou, salah satu kota paling kaya di China.
Sebagai ketua partai, dia berada satu tingkat di bawah walikota dan merupakan pejabat paling senior di kota tersebut.
Penyelidikan atas dirinya dimulai pada 2014 seiring upaya Presiden Xi Jinping memberantas korupsi dari "lalat hingga macan."
Provinsi Guangdong adalah salah satu pusat ekspor China dan Guangzhou sebagai ibukotanya merupakan salah satu pusat perekonomian China.
Sejak penyelidikan korupsi di Guangdong dimulai tahun 2014, sedikitnya 78 kepala departemen dipecat dan 10 ribu pejabat diselidiki, terbanyak dibanding provinsi lainnya di China. (den)