"Mari kita tunggu hingga waktu yang tepat. Dia [Maha] meminta waktu mempersiapkan proses legal untuk naik takhta di saat yang tepat," ujar prayut, dikutip AFP, Kamis (14/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bhumibol meninggal dunia pada Kamis setelah sepekan sebelumnya dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan kondisinya tidak stabil. Tidak lama setelah kematian Bhumibol, Prayut mengumumkan Maha akan menggantikannya sebagai pemimpin kerajaan Thailand.
Kematian Raja Bhumibol yang telah memimpin Thailand selama 70 tahun, monarki terlama di dunia, dikhawatirkan akan menyebabkan keresahan di masyarakat. Prayut meminta pengertian masyarakat bahwa penobatan raja baru butuh waktu.
"Saya harap semuanya mengerti dan tidak memicu kerusuhan," kata dia.
Maha adalah putra Bhumibol satu-satunya, lahir pada 28 Juli 1952. Dia menempuh studi di Inggris dan Australia sebelum berkarier di militer.
Putra Mahkota jarang terlihat publik, namun dalam beberapa tahun terakhir dia menggantikan ayahnya yang sakit dalam berbagai acara kenegaraan.
Pada Agustus 2015, dia memimpin parade sepeda di Bangkok bersama para petinggi junta militer, penampilan yang sangat jarang oleh keluarga kerajaan. Pengamat mengatakan, Maha mencoba menunjukkan dukungan kerajaan terhadap militer yang menggulingkan pemerintahan Yingluck Shinawatra pada 2014 lalu.
Kendati dipastikan naik takhta, namun Maha masih belum mendapatkan popularitas di antara rakyat Thailand seperti halnya ayahnya. (den)