Seperti diberitakan CNN pada Rabu (19/10), topan berkategori 5 itu membawa intensitas hujan dan angin yang tinggi pada beberapa kawasan di Filipina dan berpotensi memicu bencana longsor, khususnya pada wilayah pegunungan di utara Pulau Luzon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haima diperkirakan akan bergerak ke China pada Jumat (21/10) malam waktu setempat. Intensitas topan Haima diperkirakan akan terus melemah meskipun potensi banjir masih dapat terjadi.
"Proyeksi topan akan mengarah ke Provinsi Guandong Timur, sebelah timur Hong Kong, tapi kami tetap memantau Hong Kong karena badai cukup dekat dengan wilayah itu," kata Ward.
Topan Haima merupakan topan terkuat kedua setelah topan Sarika yang menghantam Filipina pekan ini.
Menurut Pusat Peringatan Topan, Filipina akan mengalami serangan topan berkategori 4 ke atas seperti pada tahun 1950 lalu.
Sekitar tiga orang tewas akibat Topan Sarika di kepulauan utara Manila pada Minggu (16/10) lalu. Berdasarkan data organisasi bantuan Care International, sekitar 10 ribu orang mengungsi akibat topan ini.
Di China, topan Sarika memicu bencana longsor di bagian selatan Hainan membuat pemerintah Beijing menutup sementara seluruh kegiatan sekolah dan memberhentikan operasi kereta cepat di sana.
Menurut kantor berita Xinhua, sekitar 500 ribu warga telah diungsikan sebelum topan. (ama/den)