Perpisahan hubungan AS-Filipina diumumkan Duterte dalam kunjungannya ke Beijing pada Kamis (20/10). Sikap ini sejalan dengan rencananya untuk melepaskan ketergantungan negaranya pada AS dan mendekatkan diri ke Rusia dan China.
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biar saya klarifikasi, Presiden (Duterte) tidak membicarakan 'perpisahan' dengan AS," ucap Lopez kepada CNN Philippines, Jumat (21/10).
Berdasarkan data Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat terbaru, AS adalah salah satu mitra dagang sekaligus investor asing terbesar Filipina. Perdagangan barang dan jasa AS-Filipina mencapai US$24 miliar pada 2012. Di tahun yang sama, total investasi asing langsung (FDI) AS pada saham Filipina mencapai US$4,6 miliar.
Dalam kesempatan lain, Menteri Anggaran Filipina Benjamin Diokno memaparkan bahwa penguatan hubungan Filipina-China tidak berarti menjauhkan Filipina dengan negara-negara lain.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Ash Carter menanggapi pernyataan Duterte dengan memastikan tetap menjaga komitmen aliansi AS-Filipina sesuai traktat yang disetujui kedua pihak sejak 1951 silam.
"Setiap hubungan antar negara jelas membutuhkan kebersamaan. Kami akan terus membahas ini dengan rekan-rekan kami dari Filipina," tutur Carter.
"Hubungan AS-Filipina bukan baru dibentuk hari ini," kata Carter menambahkan.
Dalam kunjungannya ke Beijing, Duterte juga membuka jalan aliansi dagang baru dengan China. Lopez menyebutkan, perjanjian perdagangan senilai US$13,5 miliar akan disepakati kedua negara pekan ini. (ama)