Survei menunjukkan Clinton mendapatkan dukungan 50 persen suara, sementara Trump hanya 38 persen, terpaut 12 poin. Diberitakan CNN, Minggu (23/10), hasil survei ini keluar setelah debat terakhir Hillary dan Trump pekan lalu di Las Vegas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jelang pemilu, Clinton semakin bertaring. Capres Partai Demokrat ini memenangkan tiga kali debat presiden melawan Trump. Clinton dianggap lebih piawai dalam menyampaikan program-programnya dan menguasai topik pembahasan.
Selain itu, terpuruknya suara Trump disebabkan oleh skandal cabul dirinya yang terkuak di media bulan ini. Trump terekam suaranya mengatakan kalimat cabul yang dianggap merendahkan wanita. Setelah itu, beberapa wanita yang mengaku pernah dicabuli Trump muncul ke media, membuat capres dari Partai Republik ini sasaran hujatan.
Ketertinggalan ini diakui sendiri oleh kubu Trump. Manajer Kampanye Trump, Kellyanne Conway, mengatakan, Clinton punya lebih banyak keuntungan, termasuk dana kampanye besar untuk iklan televisi yang nilainya hingga jutaan dolar.
Conway mengatakan kubu Trump masih punya strategi untuk menggaet suara, terutama para pemilih yang masih ragu menentukan pilihan. (den)