"Saya sangat, sangat bahagia. Benar, sangat-sangat bahagia. Untuk PBB, John [juru runding] dan seluruh dunia, terima kasih," kata seorang ABK yang berhasil dibebaskan, Sudi Ahman, dikutip AFP.
Kelegaan dan kegembiraan tergambar jelas di wajah para ABK yang telah disandera selama 4,5 tahun di Somalia. Mereka saling memeluk, tangisan tidak mampu ditahan, saat puluhan ABK mendaratkan kaki di Bandara Internasional Jomo Kenyatta di Nairobi, Kenya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ABK kapal Oman dibebaskan dari tangan perompak Somalia. (AFP/Stringer) |
Kapal Naham 3 dibajak pada Maret 2012 di selatan Seychelles. Awalnya ada 29 orang yang disandera, namun seorang tewas dalam penyerangan perompak, dan dua lainnya meninggal dunia akibat sakit dalam penyekapan.
"Kami berhasil membebaskan mereka dengan bantuan pada tetua, komunitas agama dan pemimpin lokal serta pemerintah regional yang semuanya terlibat dalam mendesak agar perompak membebaskan sandera," kata Steed.
Steed mengatakan para ABK dalam keadaan kurang gizi, seorang di antara mereka memiliki luka bekas tembakan peluru di kakinya, seorang mengalami stroke, sedangkan satu lainnya menderita diabetes.
Januari 2011 merupakan puncak dari jumlah pembajakan oleh perompak Somalia. Saat itu, sebanyak 32 kapal dibajak dan 736 orang disandera. Menurut Steed, saat ini masih ada 10 ABK Iran dan tiga dari Kenya yang masih disandera perompak Somalia, seorang di antaranya adalah wanita yang menderita sakit parah dan kelumpuhan. (den)
Para ABK kapal Oman dibebaskan dari tangan perompak Somalia. (AFP/Stringer)