Program Swipe the Vote diluncurkan Tinder sejak Rabu (26/10), sebagai sarana riset bagi para pengguna aplikasi kencan itu di lebih 15 negara, termasuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNN Indonesia.com menjajal program ini pada Rabu (26/10). Bagi pengguna Tinder di Indonesia, terdapat tulisan "Beritahu Amerika Siapa yang Kamu Pilih."
Tujuh pertanyaan yang disodorkan yang menjadi fokus kampanye kedua capres, mulai dari rencana peningkatan pajak bagi kaum elite AS, isu imigran gelap, senjata api, perubahan iklim, biaya kuliah gratis, sistem kesehatan Obamacare hingga upah minimum buruh.
Pada pertanyaan pertama misalnya, pengguna dimintai pendapatnya soal pajak bagi para orang kaya.
Dua pilihan jawaban yang tersedia adalah "Enak aja" dan "Mereka harus bayar". Seperti penggunaan Tinder pada umumnya, pengguna harus menggeser jawaban yang mereka pilih.
![]() CEO Tinder, Sean Rad, menjelaskan bahwa progran ini merupakan proyek sampingan dari aplikasi kencan online yang sudah digunakan oleh 50 juta orang itu. (Dok. Tinder) |
CEO Tinder, Sean Rad, menjelaskan bahwa progran ini merupakan proyek sampingan dari aplikasi kencan online yang sudah digunakan oleh 50 juta orang itu.
"Kami melihat Tinder sebagai situs yang dapat menyebarkan kebaikan, dan tidak hanya melulu soal bisnis," katanya, dikutip dari The Independent.
Bagi warga AS, aplikasi ini juga akan memberi informasi soal bilik suara terdekat, untuk mendorong semakin banyak warga berpartisipasi dalam pilpres tahun ini. (ama/den)
