Ia merupakan satu dari jutaan warga Yaman yang menderita kelaparan akut di tengah kemelut yang mendera negara itu sejak tahun lalu. Di rumah sakit al-Thawra di Hudaydah, ia dirawat karena menderita malnutrisi parah.
Meski begitu, organisasi itu mulai kewalahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami harus meningkatkan persediaan bantuan kemanusiaan untuk menggapai lebih banyak orang dengan bantuan makanan dan perawatan pencegahan. Kami meminta masyarakat internasional untuk membantu rakyat Yaman,” tambahnya.
Menurut WFP, negara itu saat ini memiliki tingkat malnutrisi paling parah di dunia akibat konflik.
[Gambas:Video CNN]
Di Kota Hudaydah sendiiri, WFP menyatakan malnutrisi anak di bawah lima tahun mencapai 31 persen. Secara keseluruhan, PBB memperkirakan setengah dari total 28 juta penduduk Yaman telah mengalami kekurangan gizi.
Hingga Maret tahun depan, WFP membutuhkan lebih dari US$257 juta bantuan pangan bagi rakyat Yaman.
Konflik Yaman bermulai sejak awal 2015, ketika pemberontak Syiah, al-Houthi, berhasil mengambil alih ibu kota Yaman, Sanaa.
Pada Maret, koalisi negara Arab yang dipimpin Arab Saudi memulai serangan militer untuk menggempur Houthi dan mengembalikan legitimasi pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.
Menurut PBB, konflik internal Yaman telah merenggut setidaknya 10 ribu orang tewas termasuk 3.800 warga sipil. (stu)