Namun, Trump tidak digambarkan sebagaimana mestinya, melainkan diserupakan dengan tinja. Pelakunya adalah Paul Rosen, warga New York asli yang mengaku jengah dengan kelakuan Trump selama kampanye presiden.
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya protes dan menjual barang-barang anti-Trump demi keuntungan," kata dia.
Trump menuai banyak kontroversi lantaran perkataannya yang seakan meluncur tanpa dipikir. Di antara deretan kontroversi Trump adalah penghinaan terhadap wartawan cacat, menyebut pendatang dari Meksiko sebagai pemerkosa, dan menyakiti perasaan umat Islam dengan berencana melarang Muslim masuk Amerika.
Terakhir, Trump memicu kemarahan para wanita setelah bocoran rekaman suaranya muncul ke media. Dalam rekaman itu, Trump mengatakan perkataan cabul dan melecehkan perempuan.
"Dia adalah orang yang buruk, dia rasis, seksis, dia menghina orang cacat, dan menyalahkan sebuah agama karena ulah sebagian pengikutnya," lanjut Rosen.
Salah satu pin yang memuat karikatur olokan terhadap Donald Trump. (CNN Indonesia/Denny Armandhanu) |
"Saya benci Trump, dan tidak suka pada Hillary. Dia [Clinton] mendukung perang Irak yang menewaskan ratusan ribu orang, terkena skandal email yang memalukan, saya menganggap itu kebodohan, dia tidak peduli pada orang miskin," ujar dia.
Namun, keburukan Hillary masih kalah dibanding Trump. Itulah sebabnya dia akan memilih mantan ibu negara itu dalam pemilu pekan depan.
Trump Tower yang terletak di 5th Avenue, New York City, beberapa kali telah menjadi sasaran aksi protes dari berbagai kalangan yang tersakiti oleh perkataan Trump. Sebut saja umat Islam dan para veteran perang, pernah menggelar demo di depan pintu Trump Tower. (has)
Salah satu pin yang memuat karikatur olokan terhadap Donald Trump. (CNN Indonesia/Denny Armandhanu)