Ribuan email tersebut dirilis WikiLeaks menyusul sekitar 50 ribu email harian yang sebelumnya diretas dari akun email pribadi Ketua Tim Kampanye Hillary Clinton, John Podesta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rilisnya 20 ribu email DNC itu menyebabkan pengunduran diri Pemimpin Komite Nasional Partai Demokrat, Debbie Wasserman Schultz.
Seperti insiden bocornya email Podesta sebelumnya, bocoran email DNC terbaru ini juga berisikan korespondensi internal partai yang tidak selalu berhubungan dengan konteks pemilu.
Pihak Demokrat sejauh ini belum memberikan jawaban terkait bocoran email terbaru ini.
Selama setahun ke belakang, jaringan email dan dokumen DNC telah diretas oleh dua kelompok yang diyakini terkait dengan pakar swasta, badan intelijen AS, hingga pemerintah Rusia.
AS telah secara resmi menuduh pemerintah Rusia berada di balik sejumlah tersebut dan berupaya mempengaruhi proses pemilu AS. Washington juga menyebutkan bahwa bocoran email dari WikiLeaks dan pihak lainnya itu "konsisten" dengan taktik Rusia.
Sementara, baik Rusia maupun WikiLeaks terus membantah tudingan AS tersebut. (ama/ama)