Isu ini beredar menyusul beberapa pemberitaan di media Turki, seperti Hürriyet Daily News, yang menyatakan bahwa OKI telah memasukan seluruh jaringan terkait Gulen, termasuk FËTO, sebagai kelompok teroris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Gulen menampik tudingan tersebut dan justru menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendalangi kudeta itu.
Arrmanatha mengaku, dalam pertemuan tingkat menteri negara Islam ke-43 itu ada 200 butir resolusi yang diadopsi oleh negara OKI. Dalam forum itu, Turki mengangkat isu mengenai penanganan dan pencegahan kudeta.
Di forum itu juga, ucap Arrmanatha, Turki meminta bantuan pada negara OKI untuk tidak mendukung dan menolak segala bentuk upaya kudeta atau usaha perebutan kekuasaan yang dilakukan kelompok pemberontak tanpa melalui jalur demokrasi.
"Ada resolusi yang diadopsi terkait masalah penanganan dan upaya kudeta, tapi intinya resolusi tersebut dikerahkan untuk kebutuhan Turki sendiri," ucap Arrmanatha. (ama/ama)