Melalui surat permohonan dari Gedung Putih, Obama merinci, ia membutuhkan sekitar US$5,8 miliar (Rp78,6 triliun) bagi Kementerian Pertahanan AS untuk melakukan operasi di Afghanistan, serta menggempur ISIS di Irak dan Suriah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Carter mengatakan bahwa penambahan dana ini juga dapat membantu Kemlu AS dan USAID untuk melawan ekstremisme.
"Mulusnya rencana ini akan membantu Kementerian Pertahanan dan rekan kami di pemerintahan AS dan seluruh dunia untuk melindungi negara ini, dan saya mendesak Kongres mendukungnya," tulis Carter.
Ketua Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan AS, Mac Thornberry, mengatakan bahwa pihaknya akan meninjau permintaan Obama. Menurut kajian awal, Thornberry menganggap usulan dana itu terlalu kecil.
"Kami akan mempelajari permintaan ini secara seksama. Jumlahnya masih tidak bisa mengakomodasi meningkatnya ritme operasi melawan ISIS dan memperlihatkan krisis kesiapan," katanya. (has/has)