Menurut Retno, dunia juga tengah menunggu arah kebijakan pemerintahan Trump ke depan, terutama negara-negara yang selama ini menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Retno mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi berbagai kemungkinan yang akan dihadapi dan strategi yang akan dipakai untuk merespons pola pemerintahan baru AS.
"Jadi kita tunggu bagaimana nanti. Tetapi internal kami terus melakukan exercises jika A maka begini, jika B maka begini, baik dengan think tank, kalangan swasta, dengan semuanya saya lakukan. Semuanya saya potretkan segala kemungkinannya, bagaimana nanti kira-kira respons kita," katanya.
Dia tak ingin berkomentar terkait berbagai retorika kontroversial dan diskriminatif yang kerap dilontarkan Trump selama masa kampanyenya, terutama soal perempuan, kaum marjinal, imigran, bahkan umat Muslim.
"Sekali lagi kita harus menunggu formulasi kebijakannya," ujar Retno. (ama)