"Sampai saat ini, saya terus kordinasi dengan Kedubes dan Konjen, belum ada laporan WNI yang kenapa-kenapa. Jadi masih aman dan semoga aman", ungkap Menlu Retno Marsudi di Semarang, Minggu (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi protes menolak terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45 terjadi setidaknya di tujuh negara bagian AS sejak Rabu (9/11), hanya satu hari setelah pilpres digelar. Sejumlah aksi protes sempat berlangsung ricuh, diwarnai aksi bentrokan dengan petugas.
Sekitar 6.000 warga juga turun ke jalan-jalan di Oakland, California. Mereka memblokir jalan raya dan membakar sampah di tengah jalan. Mereka mengusung papan bertuliskan 'Amerika Serikat lebih baik dari fanatisme' dan mengecam Trump yang dinilai rasis dan seksis.
Trump Tower, menara mewah milik Trump, juga salah satu tempat yang menjadi pusat aksi protes. Meski demikian, aksi unjuk rasa di kawasan itu dan sejumlah wilayah lainnya di New York berlangsung damai.
Trump berhasil mengalahkan rivalnya, Hillary Clinton, dalam pengumpulan suara pemilih, atau electoral votes, pada pilpres yang digelar Selasa (2/11). Untuk memastikan peralihan berjalan mulus dari pemerintahan presiden petahana, Barack Obama, Trump sudah menunjuk wakilnya, Mike Pence sebagai ketua tim transisi, dan Reince Prienbus sebagai kepala staf presiden.
(ama)