Pada Minggu (13/11) lalu, pasukan Irak menangkap berbagai kendaraan tiruan dan maneken di lokasi bekas markas pelatihan tentara ISIS. Kendaraan tiruan itu sangat mirip dengan tank perang yang dapat mengecohkan perhatian tentara Irak dalam medan pertempuran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Taktik ini sebenarnya tidak menganggu serangan koalisi AS-Irak jika dibandingkan taktik ISIS lainnya," kata Dorrian, merujuk strategi ISIS membakar pabrik sulfur dan sumur minyak beberapa waktu lalu.
Di bekas markas ISIS itu tentara Irak juga menemukan dua kendaraan lapis baja dan puluhan bahan peledak yang digunakan ISIS untuk meluncurkan serangan ke sejumlah wilayah.
Militan ISIS sempat meledakan salah satu pabrik sulfur di dekat kota Mosul, guna membendung serangan udara pasukan Irak yang tengah berupaya merebut kembali kota itu pada akhir Oktober lalu.
Saat itu, ISIS menebarkan beberapa bom dan menyirami minyak di sekitar pabrik sulfur di daerah Qayyara, menyebabkan asap membumbung ke udara dan kebakaran.
Sulfur yang terbakar menghasilkan asap dan gas berbahaya, yang digunakan ISIS untuk mengaburkan pandangan pasukan udara Irak akan target yang berada di bawahnya.
Pabrik sulfur yang terbakar memancarkan asap beracun yang mempersulit operasi militer Irak di kawasan.Sumber dari rumah sakit di sekitar Qayyara mengatakan, sedikitnya 1.000 orang dilaporkan membutuhkan perawatan medis akibat terpapar asap dan gas sulfur. Sejauh ini, pihak rumah sakit belum menyatakan apakah taktik ISIS ini memakan korban jiwa. (ama)