Dilansir Asiaone, sekitar 50 orang karyawan berseragam terlihat berkumpul di tengah Kota Hanzhong, Provinsi Shaanxi, China, pada Selasa (15/11) sore, awal November lalu. Perusahaan tersebut rutin menggelar evaluasi kinerja harian para karyawannya sebelum jam kerja usai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar lima sampai enam karyawan yang telah disebutkan namanya oleh pria itu kemudian memakan cacing yang dicampurkan dengan minuman keras tersebut sebagai konsekuensi dari kinerja buruk mereka pada hari itu.
Menurut seorang karyawan toko, para pekerja di perusahaan itu wajib melaporkan target pekerjaan mereka setiap harinya pada pengawas. Jika salah satu karyawan tidak berhasil mencapai target pekerjaan harian, maka karyawan itu akan diberikan sanksi pada keesokan harinya.
"Hukuman kali ini adalah dengan memakan cacing hidup yang dibeli dari pasar hewan. Empat ekor cacing untuk kehilangan satu pelanggan," ungkap salah satu pekerja.
Pada 10 November lalu, surat kabar lokal sempat berbicara pada salah satu pengawas perusahaan yang bertanggung jawab, bernama belakang Cao, terkait penerapan sanksi tersebut.
Menurut Cao, setiap karyawan diwajibkan menandatangani kesepakatan target kinerja setiap harinya dengan perusahaan. Jika karywan tersebut tidak dapat menepati target kerja, mereka patut menerima hukuman secara sukarela.
"Target kinerja tersebut ditetapkan oleh karyawan dengan tujuan memotivasi diri," ucap Cao.
Namun, beberapa pengamat bersilang pendapat. Hukuman itu dianggap merendahkan karywan oleh beberapa pihak.
Zhao Xiaodong, seorang pengacara lokal menegaskan bahwa setiap perusahaan yang memaksa karyawannya untuk memakan cacing hidup adalah melanggar hak-hak pekerja.
Perilaku perusahaan itu, tutur Zhao dapat dilaporkan pada Departemen Pengawasan Ketenagakerjaan sebagai sebuah pelanggaran. (ama)