Menurut penasihat Keamanan Nasional Filipina Hermogenes Esperon Jr yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, Putin menyampaikan kesamaan pandangannya dengan Duterte terkait AS, walaupun, Putin yang ditemani oleh penerjemahnya itu memang tidak secara spesifik menyebutkan AS selama percakapan berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inquirer memberitakan, Esperon mengatakan dalam pertemuan selama 45 menit itu Putin menanggapi pernyataan anti-Barat Duterte dengan menyatakan, "penilaian kami bertepatan dalam banyak hal."
Esperon berkata, Putin juga menyatakan penghargaannya terhadap sikap keras dan tegas Duterte dalam beberapa masalah.
Bersama Putin, Duterte membicarakan masalah "kemunafikan" intervensi pihak Barat terhadap urusan hubungan negara lain. Duterte juga mengatakan pihak Barat lebih mengedepankan kepentingan mereka untuk "mengintimidasi" negara kecil.
"Mereka nampaknya ingin membuat perang tapi takut untuk memulainya. Itulah kesalahan yang dimiliki AS. Mereka penyebab perang di banyak tempat seperti Vietnam, Afghanistan, dan Iraq," kata Duterte.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan wartawan, Menteri Komunikasi Filipina, Martin Andanar, mengatakan pernyataan Duterte selama bertemu Putin itu dimaksudkan untuk "memperjelas konteks" berbagai perkataan Duterte sebelumnya mengenai Barat.
"Dia (Duterte) hanya menjelaskan kepada Putin alasan dirinya mengatakan hal-hal seperti itu di masa lalu," ungkap Andanar.
Ketika ditekan wartawan untuk lebih mengelaborasikan tanggapan Putin selama pertemuan itu, Menteri Perdagangan Filipina, Ramon Lopes hanya mengatakan Presiden Putin, "menghargai pendirian Duterte dan ketegasannya sebagai pemimpin."
"Di satu sisi, sepertinya Putin memuji Duterte dan mengatakan bahwa tindakan Duterte mencerminkan bagaimana (seorang pemimpin harus bersikap) dengan hormat dan bermartabat," kata anggota kabinet Duterte tersebut. (den)