"(Haley) adalah seorang pembuat kesepakatan yang andal dan kami akan membuat beberapa perjanjian. Dia akan menjadi pemimpin hebat yang mewakili kami di panggung internasional," ujar Trump dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Reuters, Rabu (23/11).
Penunjukkan Haley ini cukup mengagetkan. Pasalnya, Haley yang merupakan Gubernur South Carolina, dikenal sangat kritis terhadap komentar-komentar Trump selama masa kampanye, terutama mengenai imigran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada masa Perang Sipil, bendera tersebut dikibarkan oleh pasukan Konfederasi pro-perbudakan dan dianggap sebagai simbol rasisme.
Meskipun kerap berselisih paham dengan Trump, Haley mengaku siap mengemban tugas yang diberikan langsung oleh sang presiden terpilih.
"Ketika presiden mempercayai Anda memiliki kontribusi besar untuk memberikan kesejahteraan bangsa, juga peran negara kita di dunia, itu merupakan panggilan yang sangat penting untuk diindahkan," ucap Haley.
Jika disetujui oleh parlemen, Haley akan menjadi perempuan pertama yang masuk dalam jajaran pemerintahan Trump.
Beberapa pengamat menilai penunjukkan Haley ini memiliki bisa memulihkan citra Trump di mata dunia, tapi juga dapat menjadi serangan balik bagi AS.
Pasalnya, Haley tak memiliki pengalaman di bidang diplomasi kebijakan luar negeri, berbeda dengan Dubes AS untuk PBB sekarang, Samantha Power.
Namun, juru bicara tim transisi Trump, Jason Miller, mengatakan bahwa Haley sudah membuktikan keunggulannya dalam menjalin hubungan dagang internasional yang baik saat menjabat sebagai Gubernur South Carolina.
"Ia bekerja sangat fantastis di South Carolina, membantu meningkatkan perekonomian, termasuk dengan beberapa perdagangan luar negeri dan misi rekrutmen bisnis," tutur Miller.
Meskipun demikian, para pengamat beranggapan, peran AS di PBB lebih besar dari sekadar perdagangan. AS merupakan salah satu dari lima anggota Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto.
Sejumlah pengamat pun mulai mempertanyakan arah kebijakan luar negeri Trump. Sebelumnya, Trump pernah mengatakan bahwa peran besar AS bagi dunia yang ia kejar adalah mengakhiri "kegilaan yang terjadi di Suriah." (has)