Kecelakaan ini terjadi pada Kamis (24/11) pagi pekan lalu di menara pendingin situs pembangkit listrik tersebut. Dalam insiden tersebut, satu crane jatuh, menyebabkan runtuhnya satu konstruksi bangunan.
Menurut kepolisian China, kesembilan orang yang ditangkap ini merupakan pihak dengan "tanggung jawab besar" atas kecelakaan tersebut dan kemungkinan akan dijatuhi tuduhan kriminal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pekan lalu, kantor berita Xinhua mengabarkan bahwa otoritas menginterogasi 13 orang yang diduga terkait dengan insiden ini. Kini, Xinhua tak menjabarkan lebih lanjut apa yang terjadi pada keempat orang lainnya.
Diberitakan Reuters, konstruksi dari situs pembangkit listrik di Jiangxi ini direncanakan rampung pada Juli 2018. Proyek perluasan ini memakan biaya sekitar 7,67 miliar yuan atau setara Rp15 triliun.
Insiden industri semacam ini memang kerap terjadi di China karena kurangnya standar keamanan.
Pada Agustus lalu, terjadi ledakan di jalur pipa pembangkit listrik tenaga batu bara di Provinsi Hubei yang menewaskan 21 orang.
Sebelumnya, pada pertengahan tahun ini, lebih dari 130 orang dilarikan ke rumah sakit akibat kontaminasi gas yang keluar dari satu pembangkit listrik di daerah timur China.
Salah satu insiden terbesar terjadi tahun lalu, ketika sebuah ledakan kimia di Tianjin menewaskan 170 orang.
Setelah ledakan tersebut, Direktur Badan Negara untuk Keamanan Pekerja, Yang Dongliang, dipecat kemudian diadili atas tuduhan korupsi. (has)