Maria ditangkap pada Jumat (18/11) di bawah undang-undang pelanggaran keamanan Malaysia yang disahkan sejak 2012 untuk memberantas ancaman keamanan dan ekstremisme. Undang-undang ini dikritik secara luas, begitu juga dengan penangkapan Maria yang terjadi hanya sehari menjelang aksi demonstrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Senin (28/11), polisi juga menggerebek kantor Empower Malaysia, organisasi pemerhati hak perempuan. Maria pernah menjabat sebagai direktur eksekutif di organisasi ini.
Anggota Empower Malaysia, Honey Tan, menyatakan bahwa polisi melarang mereka memasuki gedung kantor ketika penggeledahan terjadi.
Juru bicara polisi Malaysia hingga kini enggan berkomentar terkait hal ini.
Dua pekan lalu, ribuan massa dari gerakan Bersih memadati jalan-jalan di ibu kota Kuala Lumpur menuntut pengunduran diri Najib atas dugaan keterlibatannya dalam skandal keuangan miliaran dolar yang melibatkan lembaga investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Dugaan ini mencuat sejak tahun lalu ketika diketahui terdapat aliran dana sebesar hampir US$700 juta atau setara Rp9,3 triliun ke akun rekening pribadi Najib, diduga dari 1MDB.
Najib membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa dana sebesar itu merupakan sumbangan politik dari keluarga kerajaan Arab Saudi dan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan partainya, Organisasi Persatuan Nasional Melayu (UMNO). Pernyataan Najib ini dikonfirmasi oleh otoritas Malaysia dan keluarga kerajaan Saudi. (ama)