Seorang yang mengatasnamakan wakil al-Shabaab, kelompok radikal di Somalia, mengklaim serangan bom tersebut dilakukan oleh kelompoknya dengan sasaran tentara. Namun dia enggan menanggapai soal serangan pertama.
"Kami membidik tentara pemerintah," kata juru bicara Sheikh Abdiasis Abu Musab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara balaikota Mogadishu, Abdifataf Omar Halane mengatakan, sebuah bom ditanam di bawah pohon di luar sebuah kedai teh. Bom itu telah menyebabkan lima tentara meninggal dan melukai puluhan orang lainnya termasuk warga sipil.
"Kami mendengar suara ledakan besar dan segera kami melihat orang-orang bergeletkan di bawah pohon, sebagian meninggal dan sebagian berteriak meminta tolong," kata penjaga toko Nu Abdullahi.
"Diantara korban terdapat dua anak," tambahnya.
Sebelumnya, pada hari yang sama terjadi ledakan dari sebuah mobil di pos pemeriksaan di dekat teater kota Mogadishu. Letaknya hanya 500 meter dari Istana Kepresidenan.
Polisi mengatakan bahwa pelaku bom tewas akibat ledakan tersebut. Namun tidak ada penjelasan mengenai korban yang lain. Saksi di tempat kejadian mengatakan, ledakan bom segera diikuti dengan bunyi tembakan.
"Pelaku meledakkan mobil setelah polisi memerintahkan pengemudi menghentikan kendaraan dengan menodongkan senjata. Kami sedang menyelidiki kasus ini," kata polisi Abdikadig Hussein kepada Reuters. (pmg/pmg)