"Saya pikir, ketika pemerintah asing mencoba untuk memengaruhi integritas pemilihan umum kami, tak ada keraguan bagi kami untuk mengambil tindakan," ujar Obama kepada NPR Radio.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dalam wawancara dengan NPR Radio tersebut, Obama tak menyebut secara gamblang mengenai kesimpulan dari penyelidikan CIA yang belakangan ini menjadi perdebatan publik.
Laporan itu menyebutkan bahwa Rusia meretas akun surat elektronik pejabat dan institusi Partai Demokrat untuk menyerang Hillary Clinton guna membantu rivalnya dari Partai Republik, Donald Trump, memenangkan pemilu.
"Masih ada beberapa penyelidikan yang sedang dilakukan oleh sejumlah badan. Ketika saya sudah menerima laporan akhirnya, kami baru dapat mengetahui motivasi mereka secara komprehensif," tutur Obama.
Penasihat utama Obama, Ben Rhodes, mengatakan bahwa sang presiden akan menyampaikan pernyataan resmi mengenai peretasan Rusia ini pada Jumat (16/12) pukul 14.15 waktu setempat. (aal)