"Kemenangan di Aleppo akan membuka jalan untuk membebaskan Bahrain. Rakyat Bahrain akan mendapatkan harapan mereka, rakyat Yaman akan senang," ujar Wakil Komandan Garda Revolusi Iran, Hossein Salami, kepada Kantor Berita Republik Iran, Jumat (16/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kudeta itu memaksa Presiden Yaman, Abd Rabbu Mansour Hadi, berlindung ke Arab Saudi. Perang sipil itu pun meluas ketika Saudi mengerahkan koalisi udara mereka untuk membantu rezim Hadi menggempur Houthi sejak Maret 2015.
Setelah sempat mereda dengan gagasan perundingan damai yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yaman kembali menjadi sorotan ketika Saudi melaporkan bahwa Houthi meluncurkan rudal ke arah kota suci Mekkah.
Diberitakan Al Arabiya, kini Salami menegaskan bahwa rudal Iran dapat dipakai untuk menghancurkan musuh di daerah mana pun.
Pernyataan Salami kepada kantor berita Iran ini juga mengembuskan kembali kecurigaan Bahrain atas keterlibatan Iran dalam upaya kudeta di negara tersebut pada 1981. (has/ama)