Pihak berwenang Turki menyebutkan pelaku yang bernama Sahin S mendekati kantor kedutaan AS di distrik Cankaya sambil melontarkan tembakan ke udara sebanyak delapan hingga sembilan kali. Sahin membawa sebuah senapan yang ia sembunyikan dibalik mantelnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang 2016, Turki diguncang sejumlah aksi teror. Insiden teranyar terjadi pada Sabtu (17/12) setidaknya 13 tentara Turki tewas dan 48 lainnya terluka akibat sebuah mobil berisi bom menabrak bus yang membawa pasukan militer di Kota Kayseri.
Sementara pada Sabtu (10/12) lalu, ketika bom ganda meledak di luar stadium Vodafone Arena, merenggut 44 nyawa serta melukai 155 lainnya.
[Gambas:Video CNN]
Turki menuding sejumlah aksi teror tersebut dilakukan oleh gerilyawan Partai Pekerja Kurdi (PKK), termasuk insiden bom ganda tersebut.
Militan Kurdi kerap menargetkan pasukan keamanan Turki seperti polisi dan tentara dalam aksi teror mereka.
Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik berujar, Turki akan melipatgandakan upaya negara itu memberangus jihadis militan.
"Kami akan melawan para pengecut ini [militan pelaku teror] dengan mobilisasi nasional," ungkap Isik melalui akun Twitter-nya.
(ama)