Seorang saksi mata yang berada dekat dengan lokasi ledakan menyatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa seorang gadis muda memasuki kantor polisi itu dan meminta petugas untuk mempersilakannya ke toilet. Ia lalu meledakkan dirinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita Suriah, SANA, mengutip sumber polisi Damaskus, mengonfirmasi ledakan terjadi di sebuah kantor polisi.
Pria itu dikenal dengan nama "Abu Nimr" dan diyakini merupakan mantan anggota kelompok militan Front Al-Nusra dan berasal dari Ghouta. Aktivis Suriah yang dekat dengan Abu Nimr mengonfirmasi keaslian video itu.
Al-Arabiya menyebutkan bahwa gadis yang menjadi pelaku bom bunuh diri bernama Fatimah dan berusia 10 tahun. Sebelum melakukan aksinya, ia menulis surat wasiat yang berisi ajakan kepada ayah, ibu, kakak dan suaminya untuk mengikuti langkahnya sebagai pengebom bunuh diri.
Stasiun berita yang dikelola pemerintah Suriah, Ikhbariya, menayangkan sebuah rekaman video yang memperlihatkan bayangan buram kepala sang gadis itu terbungkus dalam sebuah selimut di dalam reruntuhan kantor kepolisian, usai bom terjadi. (ama)