Peningkatan pengamanan ini menyusul sejumlah upaya serangan teror yang menerpa Eropa khususnya Jerman dalam setahun terakhir. Yang terbaru adalah serangan teror di Pasar Natal Berlin pada pekan lalu, menewaskan 12 orang.
"Banyak kejadian pada 2016 yang menunjukan bahwa dunia telah terbalik dan hal yang selama ini dianggap menjadi prestasi serta kebanggaan, seperti Uni Eropa, saat ini malah dipertanyakan," ungkap Merkel seperti dikutip Reuters, Sabtu (31/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara responden lainnya meminta pemerintah lebih banyak memasang kamera pengintai atau cctv di tempat publik.
Isu migran dan ancaman teror cukup mengancam stabilitas Jerman. Ini sedikit mengganggu popularitas Merkel yang berencana kembali mencalonkan diri di pemilu tahun depan.
Merkel banyak dipuji kaum liberal Eropa lantaran dianggap berhasil menjadi "jangkar" stabilitas di kawasan menyusul hasil pemilu Amerika Serikat yang mencengangkan, keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit, dan memburuknya hubungan Washington-Moskow.
Dalam pidatonya, Merkel juga mendesak warganya untuk tidak terbawa arus populisme dengan menyebutkan bahwa Jerman memiliki kepentingan dan peran penting dalam mengatasi segala tantangan yang mengadang Uni Eropa.
"Begitu juga dengan demokrasi parlemen yang sekarang dianggap tidak peduli dengan kepentingan seluruh warga dan hanya mementingkan segelintir orang. Distorsi sedang terjadi," ucapnya menyinggung klaim yang dilontarkan partai sayap kanan AFD yang berhasil mencuri dukungan dari kaum konservatifnya.
Ia menganggap Brexit sebagai "luka mendalam" bagi Uni Eropa. Merkel berujar, meskipun kemajuan Uni Eropa dinilai "lambat dan sulit", negara anggota sepatutnya tetap mendahulukan kepentingan kolektif perserikatan itu daripada kepentingan nasional.
"Eropa harus fokus pada kepentingan yang bisa membuat [kawasan] jauh lebih baik lagi daripada kepentingan nasionalnya sendiri. Jangan pernah percaya bahwa kita [bangsa Jerman] bisa maju di masa depan dengan berjalan sendirian," tuturnya menyinggung kembali Partai AFD yang menginginkan Jerman mengikuti jejak Inggris meninggalkan Uni Eropa.
(chs)