Diberitakan Reuters, selain menewaskan belasan orang, serangan ini juga membuat 40 orang lainnya menderita luka-luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan-serangan ini terus dilakukan ISIS meski mereka telah kehilangan sebagian besar wilayah kekuasaannya yang direbut sejak 2014 lalu, di bagian utara dan barat Irak.
Di saat yang bersamaan, sebanyak 16 pasukan pro-pemerintahan juga tumbang di utara Baghdad.
Pasukan Irak yang didukung Amerika Serikat terus menekan ISIS dari Mosul. Kota itu diyakini sebagai basis pertahanan terkuat kelompok tersebut di Irak.
Namun, perlawanan yang mereka berikan cukup keras.
Jika Mosul berhasil direbut kembali, mungkin struktur bergaya a la kekhalifahan ISIS akan tumbang.
Yang patut diwaspadai adalah perlawanan secara gerilya yang bisa dilakukan para militan di Irak dan serangan teror di negara-negara yang menentangnya..
Sejak serangan dimulai pada Oktober lalu, pasukan elit Irak telah merebut kembali seperempat Mosul. Operasi ini adalah yang terbesar di Irak sejak invasi AS yang menumbangkan Saddam Hussein, 2003 lalu.
Perdana Menteri Haide Al-Abadi meyakini ISIS bakal berhasil diusir keluar dari Irak pada April yang akan datang. (aal)