Menurut Reuters, serangan yang terjadi di utara Sinai ini juga melukai 10 orang lainnya, termasuk tiga orang warga sipil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan kelompok radikal di semenanjung Sinai meningkat sejak militer menggulingkan Presiden Mohamed Mursi, 2013 lalu.
Jelang pergantian tahun, seorang polisi dan tentara tewas karena ledakan bom di tepi jalan daerah ini.
Bom tersebut diledakan dari jarak jauh ketika kendaraan lapis baja yang ditumpangi korban melewati lokasi.
Serangan ini pun masih belum diketahui pelakunya.
Awal bulan ini, polisi menangkap empat orang terkait dengan serangan bom di gereja yang menewaskan puluhan orang, Desember 2016.
Setidaknya 25 orang yang kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak tewas terkena ledakan tersebut. Namun, Kementerian Kesehatan belakangan menyatakan jumlah korban jiwa bertambah jadi 28 orang.
Serangan tersebut diklaim oleh ISIS dan mengancam akan melakukan lebih banyak aksi serupa.
Walau demikian, pemerintah menghubungkan serangan tersebut pada Ikhwanul Muslimin, partai pendukung Mursi. (aal)