"Kepolisian Filipina mengatakan kepada kami bahwa mereka sudah mengantongi nama petugas kepolisian yang diduga pelaku penculikan dan pembunuhan ini," ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel kepada AFP, Rabu (18/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengakuan sang istri, para penculik berupaya memeras keluarganya dengan meminta sejumlah uang tebusan.
Istri pengusaha itu telah membayar sekitar 5 juta peso atau setara Rp1,3 miliar. Namun, sang penculik masih menginginkan sekitar 4,5 juta peso tambahan.
Badan Penyelidik Nasional Filipina (NBI) mengonfirmasi bahwa Ji ternyata sudah dibunuh tak lama setelah diculik. Tubuh Ji dikremasi kemudian abunya dibuang.
Kepolisian Filipina belum mengumumkan terduga pelaku pembunuhan. Namun media lokal menyebut, pelaku merupakan anggota kepolisian bernama Isabel.
Isabel dan beberapa orang suruhannya membunuh Ji dengan dalih menjalankan kampanye anti-narkoba. Sejak kampanye tersebut digaungkan oleh Presiden Rodrigo Duterte, sekitar 6.000 terduga pengedar narkoba tewas tanpa proses peradilan yang jelas.