"Berikan ayah saya kesempatan," ucap ibu dari tiga anak itu dalam sebuah wawancara dengan ABC News, seperti dikutip AFP, Jumat (20/1).
Sentimen anti-Trump semakin merebak usai taipan real estate itu memenangi pemilu 8 November lalu mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Usai kemenangan Trump, tak sedikit warga yang khawatir dan mengecam hasil pemilu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut perkiraan panita pelantikan, sekitar 900 ribu orang, baik pendukung Trump maupun pemrotes, akan memadati Washington untuk menghadiri prosesi pelantikan presiden di Capitol Hill nanti.
Sekitar 30 ormas dilaporkan sudah mendapatkan izin untuk berunjuk rasa sebelum, saat, dan sesudah prosesi pelantikan berlangsung. Jumlah demonstran ini meningkat jauh jika dibandingan saat pelantikan presiden-presiden AS sebelumnya. Sekitar 28 ribu personel keamanan dikerahkan untuk mengamankan acara pelantikan.
Meskipun begitu, pengusaha berusia 35 tahun itu mengakui bahwa ayahnya kerap melontarkan komentar yang menimbulkan kontroversi. Ivanka menuturkan, dirinya telah meminta Trump untuk tidak membuat komentar kontroversial lagi khususnya di akun twitter pribadinya.
Ivanka mengaku sering memberikan masukan bagi Trump meski ayahnya itu tidak meminta. Ia juga mengatakan beberapa kali menasihati Trump mengenai postingan Twitter-nya tersebut.
Sementara itu, sejumlah spekulasi muncul tentang potensi Ivanka menjadi ibu negara de facto saat Trump resmi menjabat di gedung Putih. Pasalnya, beberapa waktu lalu, ibu tirinya, Melania Trump memutuskan untuk tetap tinggal di New York menemani adik bungsunya, Baron yang masih bersekolah.
Namun Ivanka menampik. "Hanya ada satu ibu negara dan itu ialah Melania. Ia akan menjadi ibu negara yang luar biasa. Saya bangga padanya. Dia cerdas, hangat, dan penuh perhatian," ungkap Ivanka.
"Sementara itu, di Washington, saya akan fokus berkeliling menjelajahi AS untuk mendengarkan dan mendapatkan masukan supaya bisa menambah nilai positif bagi bangsa," tuturnya menambahkan.