Pengumuman melalui situs dan media sosial anggota kelompok Taliban itu juga menyatakan kalau kepemimpinan Trump akan “membuat banyak masalah bagi penduduk AS dan dunia”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi invasi itu juga membuat anggaran militer AS membengkak.
Sampai saat ini, Trump belum membuat pernyataan resmi terkait invasi AS ke Afghanistan.
Namun, aksi serangan balasan yang dilakukan Taliban terhadap pasukan militer AS dan Afghanistan sempat membuat pemerintahan Barack Obama sedikit “ciut nyali”.
Sampai saat ini, masih ada sebanyak 8.400 anggota militer yang bertugas di Afghanistan. Jumlah itu meningkat dari rencana awal sebanyak 5.500 anggota militer.
(ard)