Menurutnya, sebagaimana dikutip Reuters, Senin (23/1), undangan ini datang saat mereka berbincang "sangat hangat" melalui sambungan telepon.
Di Washington, Trump mengatakan perbincangan telepon ini berjalan dengan "sangat baik." Dia ditanya mengenai panggilan telepon itu setelah upacara pelantikan menterinya di Gedung Putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua pihak "sepakat untuk lanjut berkonsultasi soal masalah kawasan, termasuk membahas ancaman yang datang dari Iran," kata pernyataan Gedung Putih, sebagaimana dikutip AFP.
Selain itu, pernyataan kantor Trump juga mengatakan masalah-masalah ini mesti "dinegosiasikan secara langsung."
Lihat juga:Dubes Pilihan Trump Kritik PBB soal Israel |
Kado buruk terakhir dari Obama untuk Netanyahu diberikan sebelum dia digantikan Trump. Pemerintah AS memutuskan untuk tidak memveto resolusi PBB yang mengecam permukiman Israel di Palestina.
Netanyahu meradang dan berharap pemerintahan Trump dapat menguntungkannya dalam konflik tersebut.