Rencana kunjungan ini dikonfirmasi oleh Panglima Tentara Negara Indonesia, Gatot Nurmantyo, dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI bersama Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, dan Badan Intelijen Negara, Kamis (26/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tunggu saja apa yang akan dibicarakan lebih lanjut. Saya belum tahu, hanya datang sebagai perwakilan untuk minta maaf sambil menyampaikan hasil investigasi," katanya.
Penghentian kerja sama di bidang pelatihan bahasa ini dilakukan karena ada materi pelajaran militer Australia yang diduga melecehkan Indonesia, seperti dukungan pada kemerdekaan Timor Leste dan Papua, serta Pancasila dipelesetkan menjadi Pancagila.
Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, menyatakan bahwa hubungan Indonesia dan Australia baik-baik saja, kecuali dalam hal pendidikan dan latihan yang sementara ini dihentikan sampai menunggu hasil investigasi selesai.
"Kita lihat situasilah, dia sudah menyelesaikan masalahnya, sudah menghukum yang bersangkutan, sudah baik lah," ujar Ryamizard. (has)