Seperti dilansir dari Reuters, keputusan tersebut merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang melarang sementara masuknya imigran dari tujuh negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
Tak hanya berhenti mengangkut penumpang, para pengemudi taksi itu pun juga turun ke jalan dan melakukan unjuk rasa secara damai di depan terminal bandara JFK. Aksi tersebut juga diikuti oleh sejumlah pengemudi taksi Uber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak bisa terus berdiam diri. Kita bekerja untuk menyambut orang-orang di tanah yang dulu pernah menyambut kita sebelumnya. Kami tidak akan terbelah," ujar Asosiasi Pengemudi Taksi New York melalui akun Twitternya dikutip Minggu (29/1).
Sebelumnya aksi itu dipicu oleh belasan wisatawan yang tertahan di bandara JFK usai Trump secara resmi menandatangani dokumen pelarangan pemberian visa selama 90 hari kepada warga negara Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman.
Dalam laman Facebook resminya, Asosiasi Pengemudi Taksi New York dengan tegas menentang aksi "Larangan Muslim" yang diinisiasi oleh Donald Trump.
"Sebagai sebuah organisasi yang keanggotaannya sebagian besar Muslim, tenaga kerja yang hampir secara universal merupakan imigran, dan gerakan buruh yang berakar dalam membela yang tertindas, kita mengatakan pelarangan ini sangat tidak manusiawi dan melanggar konstitusi," ujarnya. (gir)