Larangan bepergian yang tertuang dalam perintah eksekutif Trump ini juga mendapat reaksi keras dari parlemen Irak. Mereka langsung mengadakan pemungutan suara untuk mendesak pemerintah juga melarang warga AS masuk ke Irak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Irak, pemerintah Yaman juga sebelumnya menyayangkan keputusan Trump ini. Jur bicara Kemlu Yaman mengatakan, kebijakan Trump ini justru dapat memperkuat posisi ekstremis.
Selain itu, Trump juga menghentikan penerimaan seluruh imigran selam setidaknya 120 hari, selagi pemerintahannya membenahi sistem imigrasi negara. (has)