Otoritas keamanan Kanada menduga, Bissonnette yang kini telah berada dalam tahanan melakukan aksi teror tanpa berhubungan dengan jaringan teror manapun. Mahasiswa itu disebut sebagai lone wolf.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian Quebec belum dapat memastikan motif di balik penembakan yang dilakukan Bissonnette. Namun, mahasiswa itu akan segera dibawa ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadian keji kemarin bukan hanya kejahatan terhadap komunitas Muslim, tapi seluruh warga negara Kanada. Kami akan melindungi dan berdiri di belakang kalian," tuturnya.
Penembakan yang dituduhkan kepada Bissonnette merupakan kejadian luar biasa di Quebec. Pasalnya, di kota berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa itu hanya terjadi dua kasus pembunuhan pada 2015.
Penembakan di ruang publik merupakan hal yang hampir mustahil di Kanada karena pengawasan pemerintah setempat terhadap peredaran senjata api lebih ketat dibandingkan Amerika Serikat.
Saat berita ini ditulis, Reuters melaporkan, enam orang telah kehilangan nyawa akibat penembakan tersebut. Sementara itu, lima orang dalam kondisi kritis dan 12 lainnya mengalami luka minor.