Pentagon mengeluarkan pernyataan bahwa menteri pertahanan kedua negara ini menyepakati hal tersebut dalam pembicaraan telepon yang dilakukan ketika muncul laporan media bahwa Korea Utara kemungkinan kembali mempersiapkan uji coba rudal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China keberatan dengan THAAD, karena sistem itu dianggap akan membuat keseimbangan keamanan wilayah menjadi tidak stabil. Hal ini membuat sejumlah pemimpin oposisi Korea Selatan meminta pemerintah membatalkan atau menundanya.
Kunjungan Mattis ke kawasan dilakukan sementara media melaporkan bahwa Korea Utara kemungkinan akan melakukan uji coba rudal balistik baru. Langkah ini akan menjadi tantangan pertama bagi pemerintahan Presiden Donald Trump.
Korea Utara tampaknya juga telah memulai kembali operasi satu reaktor di fasilitas nuklir utamanya, Yongbyon. Satu lembaga peneliti AS menyebutkan, fasilitas ini memproduksi plutonium yang bisa digunakan untuk program senjata nuklir negara tersebut.
Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba nuklir dan rudal yang bertentangan dengan sanksi PBB.
Pada September, negara itu melakukan uji coba kelima.
Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih dalam keadaan berperang karena konflik pada 1950-1953 hanya diakhiri oleh gencatan senjata bukan traktat perdamaian. (yns)