Pernyataan ini dilontarkan Duterte pada Jumat (3/2), setelah tujuh tentara Filipina dilaporkan tewas di tangan pemberontak komunis, Tentara Rakyat Baru (NPA), meskipun gencatan senjata sudah berjalan selama dua hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun demikian, NPA menyatakan masih ingin melakukan perundingan damai dengan pemerintah. Namun di sisi lain, Duterte menganggap permintaan NPA terlalu berlebihan dan tak dapat dipenuhi, seperti pembebasan para pemimpin komunis.
"Saya sangat sangat meminta maaf. Saya sudah mengusahakan yang terbaik, tapi upaya terbaik saya belum cukup. Tak akan ada perdamaian dengan Partai Komunis. Mari lanjutkan perang," ucap Duterte.
Gencatan senjata yang seharusnya berakhir pada 10 Februari mendatang ini pun terpaksa dibatalkan lebih cepat.
"Dengan sedih hati, saya melaporkan kepada kalian bahwa tak akan ada perdamaian dengan komunis di generasi selanjutnya," katanya. (has)